Halaman

    Social Items



          Yanbau Media,- Program Pengabdian dan Dakwah Santri atau disebut dengan PPDS menjadi kegiatan pokok yang harus dituntaskan dengan baik oleh seluruh santri tingkat akhir (kelas 3) di Pondok Pesantren Mamba’ul Bayan NW. Program ini merupakan salahsatu syarat kelulusan bagi santri di pondok pesantren Mamba’ul Bayan NW.


Program ini berlangsung selama 10 hari dimulai sejak tanggal 10 s/d 20 Januari 2021 dimana santri kelas 3 yang berjumlah 21 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama dikirim ke kecamatan Bayan sebanyak 14 orang dan kelompok ke dua dikirim ke kecamatan Kayangan sebanyak 8 orang. Dari sinilah, santri dibagi kembali menjadi beberapa kelompok yang disebarkan ke berbagai desa.


Melibatkan santri di masyarakat, dengan ikut kegiatan keseharian mereka agar mendapat pengalaman dan keterampilan hidup, adalah hal yang sangat penting bagi santri Pondok Pesantren Mamba’ul Bayan NW, pasalnya progam PPDS ini mengharuskan santri untuk terjun langsung di masyarakat secara aktif.


“PPDS bukan kegiatan ‘mengajari’ masyarakat, tapi kegiatan wajib santri akhir untuk bermasyarakat. Kalaupun kalian ada waktu untuk mengajar ‘ngaji’ anak-anak di TPA, Diniyah, Majlis Ta’lim atau kegiatan keterampilan lainnya, itu hanya memberi pengalaman bagi santri”, ungkap Ust. Kamah Yudiarto, QH., S.Sy., S.Sos. selaku pimpinan Ponpes Mamba’ul Bayan NW dalam acara pelepasan peserta PPDS (Ahad,10/01/2021).


Santri yang mengikuti program PPDS ini dibimbing langsung oleh para da’i dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Dalam kegiatan keseharian, para santri dibuatkan program-program serta jadwal oleh para pembimbing dari bangun tidur sampai tidur kembali agar pelaksanaan program PPDS ini berjalan dengan baik.


Mulai jam 03.00 sudah bangun untuk tahajjud, mengaji dan persiapan sholat subuh. Setelah melaksanakan sholat subuh berjama’ah, santri dilatih untuk berceramah. Setelah selesai ceramah, santri mengikuti program Mudzakarah (belajar) ilmu agama dari para da’i sampai jam 6 pagi. Jam 09.00-11.30 untuk program Ta’lim kemudian dilanjutkan dengan persiapan dan sholat dzuhur. Pukul 15.00 persiapan dan sholat ashar berjama’ah. Pukul 17.30 melakukan kegiatan “Jaulah” atau berkeliling kerumah masyarakat untuk mengajak sholat magrib berjama’ah di masjid. Setelah sholat magrib dilanjutkan dengan latihan ceramah di depan jama’ah yang kemudian dilanjutkan dengan sholat isya berjama’ah. Pukul 21.00-23.00 diisi kegiatan Mudzakarah tentang amalan-amalan dan do’a-do’a.


“Santri memang kita wajibkan untuk mengikuti program-program dari bangun tidur sampai tidur kembali guna melatih kedisiplinan, mental dan kesabaran mereka” ungkap salah seorang da’i yang menjadi pembimbing di salah satu kelompok PPDS, (Jum’at,16/1/2021).


Baik dan terarahnya kegiatan PPDS ini, karena santri akhir telah dibekali sebelum berangkat, pembekalann diberikan dengan beragam pengetahuan dan keterampilan seperti Penguatan Metode Pengajaran Al-Qur’an, Pembekalan Pengajaran, Pemahaman kultur dan budaya masyarkat (aspek sosiologi) yang telah di ajarkan selama di pesantren.


Program PPDS ini menitikberatkan pemberian pengalaman mengajar dan bermasyarakat bagi santri akhir. Mengajar atau mendidik serta menyampaikan secercah ilmu yang telah didapat menjadi ‘main goal’ PPDS karena dengan mengajar dan berbagi ilmu yang telah dipelajari santri, maka akan semakin melekat dan dipahami.



Yanba'u Media (27/01/2021)

(Yunia Lastari, Fitria Wulandari, Arsinun)

Dengan program PPDS, Santri Mamba'ul Bayan siap terjun di masyarakat!



          Yanbau Media,- Program Pengabdian dan Dakwah Santri atau disebut dengan PPDS menjadi kegiatan pokok yang harus dituntaskan dengan baik oleh seluruh santri tingkat akhir (kelas 3) di Pondok Pesantren Mamba’ul Bayan NW. Program ini merupakan salahsatu syarat kelulusan bagi santri di pondok pesantren Mamba’ul Bayan NW.


Program ini berlangsung selama 10 hari dimulai sejak tanggal 10 s/d 20 Januari 2021 dimana santri kelas 3 yang berjumlah 21 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama dikirim ke kecamatan Bayan sebanyak 14 orang dan kelompok ke dua dikirim ke kecamatan Kayangan sebanyak 8 orang. Dari sinilah, santri dibagi kembali menjadi beberapa kelompok yang disebarkan ke berbagai desa.


Melibatkan santri di masyarakat, dengan ikut kegiatan keseharian mereka agar mendapat pengalaman dan keterampilan hidup, adalah hal yang sangat penting bagi santri Pondok Pesantren Mamba’ul Bayan NW, pasalnya progam PPDS ini mengharuskan santri untuk terjun langsung di masyarakat secara aktif.


“PPDS bukan kegiatan ‘mengajari’ masyarakat, tapi kegiatan wajib santri akhir untuk bermasyarakat. Kalaupun kalian ada waktu untuk mengajar ‘ngaji’ anak-anak di TPA, Diniyah, Majlis Ta’lim atau kegiatan keterampilan lainnya, itu hanya memberi pengalaman bagi santri”, ungkap Ust. Kamah Yudiarto, QH., S.Sy., S.Sos. selaku pimpinan Ponpes Mamba’ul Bayan NW dalam acara pelepasan peserta PPDS (Ahad,10/01/2021).


Santri yang mengikuti program PPDS ini dibimbing langsung oleh para da’i dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Dalam kegiatan keseharian, para santri dibuatkan program-program serta jadwal oleh para pembimbing dari bangun tidur sampai tidur kembali agar pelaksanaan program PPDS ini berjalan dengan baik.


Mulai jam 03.00 sudah bangun untuk tahajjud, mengaji dan persiapan sholat subuh. Setelah melaksanakan sholat subuh berjama’ah, santri dilatih untuk berceramah. Setelah selesai ceramah, santri mengikuti program Mudzakarah (belajar) ilmu agama dari para da’i sampai jam 6 pagi. Jam 09.00-11.30 untuk program Ta’lim kemudian dilanjutkan dengan persiapan dan sholat dzuhur. Pukul 15.00 persiapan dan sholat ashar berjama’ah. Pukul 17.30 melakukan kegiatan “Jaulah” atau berkeliling kerumah masyarakat untuk mengajak sholat magrib berjama’ah di masjid. Setelah sholat magrib dilanjutkan dengan latihan ceramah di depan jama’ah yang kemudian dilanjutkan dengan sholat isya berjama’ah. Pukul 21.00-23.00 diisi kegiatan Mudzakarah tentang amalan-amalan dan do’a-do’a.


“Santri memang kita wajibkan untuk mengikuti program-program dari bangun tidur sampai tidur kembali guna melatih kedisiplinan, mental dan kesabaran mereka” ungkap salah seorang da’i yang menjadi pembimbing di salah satu kelompok PPDS, (Jum’at,16/1/2021).


Baik dan terarahnya kegiatan PPDS ini, karena santri akhir telah dibekali sebelum berangkat, pembekalann diberikan dengan beragam pengetahuan dan keterampilan seperti Penguatan Metode Pengajaran Al-Qur’an, Pembekalan Pengajaran, Pemahaman kultur dan budaya masyarkat (aspek sosiologi) yang telah di ajarkan selama di pesantren.


Program PPDS ini menitikberatkan pemberian pengalaman mengajar dan bermasyarakat bagi santri akhir. Mengajar atau mendidik serta menyampaikan secercah ilmu yang telah didapat menjadi ‘main goal’ PPDS karena dengan mengajar dan berbagi ilmu yang telah dipelajari santri, maka akan semakin melekat dan dipahami.



Yanba'u Media (27/01/2021)

(Yunia Lastari, Fitria Wulandari, Arsinun)

Tidak ada komentar